Senin, 14 Juni 2010

Mbah Dhas

Ia sudah tak berucap.Hanya gumanan lirih yang rancau.Ia tak lagi peduli akan apa yang ia makan,kearah mana ia berjalan dan dimana ia harus berhenti.Seperti orang2 dekatnya yang juga menyampingkan tersudut lirikan mata.
Aku tahu..tapi hanya sedikit tentang kisah hidupnya.Kerja merantau sampai kepikunan menyelimutinya.Suami yg keras bermuka dua..aku tau mungkin lelah dibenak suaminya menguras segalanya.Karena aku tau malam2nya penuh dengan munajat..Pernah aku disisinya..dlm dzikir dan doa sang suami menangis..aku ikut tergetar..aku ikut lemah

Minggu, 06 Juni 2010

kala senja

dalam kering kunaungi engkau
lapukku berbalut wangi kesturi
merambah alir kalbu
saat fajar lama kunanti

wahai kelopak putih mahkota
aku hampir pergi
menitip pamit pd angin
hingga hembusnya tinggal lirih

aku pergi
terang gemintang untkmu
saat tubuh terkubur tanah
belatung menyerpih pedih

terjebak

engkau mengakar
mensulurkan perlahan
mencengkeraman menghisap
gelapkan selaksa harap

aku rapuh
pada apa yang tak kukira
berabu kerontang jiwa
pada purnama limabelas
saat mantra doa tak bernyawa
saat suara hanya dileher saja

jeratmu murka
benalu kuasa
aku
terhempas pada tipumu