Ia sudah tak berucap.Hanya gumanan lirih yang rancau.Ia tak lagi peduli akan apa yang ia makan,kearah mana ia berjalan dan dimana ia harus berhenti.Seperti orang2 dekatnya yang juga menyampingkan tersudut lirikan mata.
Aku tahu..tapi hanya sedikit tentang kisah hidupnya.Kerja merantau sampai kepikunan menyelimutinya.Suami yg keras bermuka dua..aku tau mungkin lelah dibenak suaminya menguras segalanya.Karena aku tau malam2nya penuh dengan munajat..Pernah aku disisinya..dlm dzikir dan doa sang suami menangis..aku ikut tergetar..aku ikut lemah
Senin, 14 Juni 2010
Minggu, 06 Juni 2010
kala senja
dalam kering kunaungi engkau
lapukku berbalut wangi kesturi
merambah alir kalbu
saat fajar lama kunanti
wahai kelopak putih mahkota
aku hampir pergi
menitip pamit pd angin
hingga hembusnya tinggal lirih
aku pergi
terang gemintang untkmu
saat tubuh terkubur tanah
belatung menyerpih pedih
lapukku berbalut wangi kesturi
merambah alir kalbu
saat fajar lama kunanti
wahai kelopak putih mahkota
aku hampir pergi
menitip pamit pd angin
hingga hembusnya tinggal lirih
aku pergi
terang gemintang untkmu
saat tubuh terkubur tanah
belatung menyerpih pedih
terjebak
engkau mengakar
mensulurkan perlahan
mencengkeraman menghisap
gelapkan selaksa harap
aku rapuh
pada apa yang tak kukira
berabu kerontang jiwa
pada purnama limabelas
saat mantra doa tak bernyawa
saat suara hanya dileher saja
jeratmu murka
benalu kuasa
aku
terhempas pada tipumu
mensulurkan perlahan
mencengkeraman menghisap
gelapkan selaksa harap
aku rapuh
pada apa yang tak kukira
berabu kerontang jiwa
pada purnama limabelas
saat mantra doa tak bernyawa
saat suara hanya dileher saja
jeratmu murka
benalu kuasa
aku
terhempas pada tipumu
Langganan:
Komentar (Atom)
