Senin, 14 Juni 2010

Mbah Dhas

Ia sudah tak berucap.Hanya gumanan lirih yang rancau.Ia tak lagi peduli akan apa yang ia makan,kearah mana ia berjalan dan dimana ia harus berhenti.Seperti orang2 dekatnya yang juga menyampingkan tersudut lirikan mata.
Aku tahu..tapi hanya sedikit tentang kisah hidupnya.Kerja merantau sampai kepikunan menyelimutinya.Suami yg keras bermuka dua..aku tau mungkin lelah dibenak suaminya menguras segalanya.Karena aku tau malam2nya penuh dengan munajat..Pernah aku disisinya..dlm dzikir dan doa sang suami menangis..aku ikut tergetar..aku ikut lemah

Minggu, 06 Juni 2010

kala senja

dalam kering kunaungi engkau
lapukku berbalut wangi kesturi
merambah alir kalbu
saat fajar lama kunanti

wahai kelopak putih mahkota
aku hampir pergi
menitip pamit pd angin
hingga hembusnya tinggal lirih

aku pergi
terang gemintang untkmu
saat tubuh terkubur tanah
belatung menyerpih pedih

terjebak

engkau mengakar
mensulurkan perlahan
mencengkeraman menghisap
gelapkan selaksa harap

aku rapuh
pada apa yang tak kukira
berabu kerontang jiwa
pada purnama limabelas
saat mantra doa tak bernyawa
saat suara hanya dileher saja

jeratmu murka
benalu kuasa
aku
terhempas pada tipumu

Jumat, 13 November 2009

Mbah Kandim

1995
Pertengahan tahun ini aku pamit pada mbah kandim.Beliau salah satu orang dari empat orang yang pasti aku datangi selain orangtuaku untuk berpamitan pergi merantau.Sebungkus rokok kretek 'jaya dan seperempat gula pasir dan sedikit uang kuserahkan padanya.Mbah Kandim berdiri kemudian masuk kamarnya,sebuah bilik sederhana dengan sekat gedheg..tanpa pintu.
"ki War kanggo pengenget aku"katanya..sebuah cicin dengan emban dari logam dan bermata batu kecil kebiruan.
"Bidura laut?"ujarku berbinar..sebuah cicin yang sering kutembung darinya tiap bertemu dengan imbalan semestinya.Jawabnya waktu itu selalu sama,"durung waktuneWar!"
"Aja lali,sering balik,aku ditiliki.."pintanya.
"Iya mbah..mestilah"ujung senyumku membuat dia sumringah.Begitulah tahun tahun berikutnya tiap aku pulang pasti aku menengok dirinya..Dan tidak ada yang berubah darinya.

1992(awal sebuah kisah)
Tiap waktu sholat datang mbah Kandim sudah hadir dimasjid depan rumahku.Dzikirnya lama.Doanya seakan begitu meresap kedalam darah,tenang dan khusyu.Seusai beliau sholat(terutama ba'da dhuhur) mamaku sudah menghadangnya didepan masjid.
"Mbah ini buat mbah..cuma sayur sama sedikit nasi..buat makan siang mbah"ujar mamaku.Setelah berterima kasih mbah kandim pulang.
"War..kamu jika ada waktu waktu mainlah kerumah mbah Kandim,biar dia ga kesepian.."
"lho kenapa sepi?"selaku."istri,anak dan cucunya tinggal satu rumah kan ma?"
"nanti kamu tau jawabnya.."jawab mamaku sambil beranjak hendak memilah jemuran yang dah kering.
Sejak saat itu aku seringkali kerumah mbah Kandim.Walau tinggal satu rumah..ternyata anaknya menyekat rumahnya jadi dua.Rumah yang dah berdinding permanen seukuran 7x8m dihuni anak dan menantunya.sedang yang ukuran 2x5meter dengan dinding gedek dihuni mbah Kandim dan istrinya..Aku sering melihat mbah Kandim dimarahi menantunya gara gara belum menyapu halaman atau saat meminta minum atau makanan.Bahkan bi wasiha melarang mbah kandim mandi atau mencuci dirumahnya.Mbah kandim akhirnya mengalah pergi kesungai yang lumayan jauh.Hatiku tidak percaya saat biWasiha menjelek jelekkan mertuanya saat aku berkunjung kesana."sabar ya mbah kandim.."ujarku saat kulihat wajah tuanya.

2000.(aku mendengar)
Dari familiku aku mendengar anak mbah kandim meninggal.Sayang karena masih dirantau aku tidak bisa takziyah.Kupandang tajam cicin dijariku.Aku semakin merasakan kesunyian hati mbah Kandim,hilang sudah pagar yang walau sedikit bisa menangkis kepedihan dari tingkah menantunya.Aku juga mendengar anak anak biWasiha tidak beda jauh dengan ibunya dalam memperlakukan mbah Kandim..sejuta perlakuan yang menoreh luka dihati mbah kandim..namun tetap bisa diredam dengan kesabarannya.
Aku mendengar mbah kandim tetap rajin kemasjid.Namun dari pagi sampai siang dia juga jalani pekerjaannya sebagai kuli panggul dipasar Jero.Yah..aku harus pulang untuk menengoknya.

2003
Duh Gusti akhirnya Engkau memanggilnya untuk menetap dialam yang Kau sediakan.Helai daun tua yang alami ribuan terpaan angin kencang,tikaman air hujan dan belaian kedamaian angin malam akhirnya melayang..lembut jatuh ketanah~Mu.
Walau aku tidak hadir disana aku merasakan panggilan~Nyalah yang beliau harapkan..Semoga disanalah tempat terindah tuk beliau..

2008(akar pohon yang tercabut)
4 februari
saat kutak juga memberiku buah yang kau harapkan..pada aku yang menjadi benalu dihidupmu..pada hatiku yang teriris rasa bersalah..Sebelum apa yang diberi kubalas walau seujung jari..sebelum pengabdianku padamu sempurna..sebelum keinginku untuk membuatmu tersenyum lega..sebelum kuhapus noktah noktah hitamku kuhapus dari pandangmu..sebelum kuluapkan samudrakan kasih sayangku padamu..sebelum kupersembahkan yang terbaik dariku.. Allah tentukan yang terbaik..Ya Allah dikeindahan surga Mu,Engkau tempatkan mamaku...
25 Agustus(benarkah akhir sebuah kisah?)
Siang yang terik..awal bulan puasa..Dikamarku terdengar nada sms dari handphoneku.Hehm rupanya mas Karno yang mengirim..kakakku yang tinggal dikampung halaman.Bergegas kubaca smsnya "jack..kbre priben?lebaran kudu balik ya?bapakmu mau nikah sama bi Wasiha habis lebaran__!!"

Rabu, 11 November 2009

PELATIHAN DAN PERSAHABATAN

Haii.. ini sedikit penjelasan tentang blog sederhana ini.Blog untuk sedikit berbagi tentang secuil cara kreatif mengolah serabut kelapa dan akar wangi (rumput juga bisa lho) menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual lho.unik dan tentu saja lucu dan imut..
Sahabat dapat mempelajari dasar pembuatan sampai pengembangannya.dan hal detail lainnya dengan menghubungi email kami,termasuk jika sahabat ingin berlibur dijogja selatan namun membutuhkan teman sejalan. Ohya disini juga kami berbagi cerita dari suara daun daun disekitar kami.Jangan bosen dan ikuti terus ya..